Warga Jalan Nelayan Pekanbaru Keluhkan Overlay Jalan, Akses Rumah Terganggu dan Risiko Kecelakaan Meningkat
Riau12.com-Pekanbaru – Program perbaikan jalan atau overlay yang digalakkan Pemerintah Kota Pekanbaru pada 2025 menuai sorotan dari warga, khususnya di Jalan Nelayan, Kecamatan Rumbai. Jalan ini termasuk dalam 29 proyek overlay tahap pertama, namun hasil pengerjaan menimbulkan masalah baru bagi masyarakat.
Sejumlah warga mengeluhkan kesulitan akses keluar-masuk rumah akibat ketinggian overlay yang tidak disesuaikan dengan permukaan tanah di depan rumah. M. Habibullah, salah seorang warga, menyebutkan bahwa mobil keluarga hampir tidak bisa melewati gang-gang kecil. “Satu-satunya cara adalah memutar jauh ke belakang melalui arah Masjid Raya Riau,” ujar Habibullah, seraya menunjukkan kemiringan curam di ujung gang dekat rumahnya.
Habibullah menilai metode pekerjaan kurang memperhatikan kontur alamiah kawasan yang sebagian besar berupa tanah gambut. Peninggian jalan dilakukan bertahap dan cepat, sehingga ketinggian akhir jalan cukup ekstrem. “Timbunan pertama masih rendah, timbunan ketiga tiba-tiba tinggi seperti sekarang,” tambahnya.
Dampak langsung kondisi ini adalah terganggunya mobilitas warga, terutama kelompok rentan. Banyak warga, termasuk ibu-ibu, terjatuh akibat perbedaan ketinggian antara jalan dan gang. Abdul, warga lain, menyaksikan sebuah mobil Panther terperosok saat pengemudi mencoba masuk dari badan Jalan Nelayan yang tinggi ke gang yang lebih rendah.
Selain masalah akses, aktivitas ekonomi skala kecil juga terdampak. Kedai-kedai milik warga sepi pengunjung karena masalah parkir. “Kalau parkir di pinggir jalan, kendaraan bisa rusak atau jatuh. Banyak yang akhirnya parkir di badan jalan, itu malah membuat macet,” ungkap Habibullah.
Persoalan lain yang menjadi sorotan adalah sistem drainase. Warga menilai saluran drainase yang ada tidak memadai, bahkan di sisi jalan yang berbatasan langsung dengan Sungai Siak sama sekali tidak ada saluran pembuangan. Mereka khawatir tingginya jalan overlay bisa menimbulkan banjir lokal saat hujan.
Meski demikian, warga tetap menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap perbaikan infrastruktur. “Kami senang pemerintah hadir untuk perbaikan jalan, tapi harapannya perbaikan tidak menimbulkan masalah baru bagi masyarakat,” kata Habibullah.
Warga berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pekanbaru menindaklanjuti keluhan ini. Solusi yang diusulkan antara lain menurunkan ketinggian jalan di titik akses permukiman, memperbaiki gradien mulut gang, menimbun area depan rumah agar sejajar, serta perbaikan dan penambahan drainase yang memadai.
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kota Pekanbaru maupun dinas teknis terkait belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan warga Jalan Nelayan Rumbai.
Komentar Anda :